Website counter

Sunday, June 7, 2015

MEMAHAMI POLA KOMUNIKASI ISTRI


Perbedaan cara berkomunikasi pria dan wanita merupakan salah satu penyebab kesalah pahaman diantara suami istri. Kebanyakan suami beranggapan kewajibannya adalah berusaha selalu memenuhi kebutuhan sang istri, tapi tahukah anda bagaimana sebenarnya yang diinginkan istrimu ?. Nah...karena tidak ada mata pelajaran "rumah tangga" di bangku sekolah, tidak ada salahnya kita mencoba memahami  pola berkomunikasi istri lewat tulisan ini.

1. Istri mengadukan masalahnya,  artinya dia inginkan "Pembelaan dan Dukungan"

    Ketika seorang istri mengadukan suatu persoalan padamu, kebanyakan suami akan segera berusaha memberikan solusi atas permasalahan istrinya. Menginterogasi, menafsirkan masalah bahkan seringkali dibumbui dengan menyalahkan istri bila ternyata hasil interogasi kesalahan ada pada istri. Untuk sementara, abaikan dahulu inti permasalahan, hadapi dulu istrimu.
     Ketika sang istri menghadapi masalah dan tekanan, dia sangat membutuhkan pengertian darimu, dimengerti perasaannya, disayangi dan dibela oleh suaminya. Ketika mengadukan persoalan pada suami, dia sangat mengharapkan seorang kekasih yang mampu menghadirkan rasa aman dan kekuatan bagi jiwanya. Sang istri ingin dihibur dari kegalauan hatinya. Setelah dia tenang, perlahan berikan pengertian, perhatian dan solusi pada masalahnya.

2. Istri banyak mengeluh, artinya dia inginkan "Perhatian"

     Kaum wanita sering menggunakan kata-kata yang dramatis untuk mengungkapkan perasaannya agar terkesan penting dan diperhatikan.  Ketika dia mengeluh kamu tidak mencintainya, atau dia sudah lelah mengurus rumah tangga dan sebagainya yang kadang membuat kupingmu panas, tidak bijak bila kamu menilai apa yang terdengar dari mulutnya, lihatlah apa yang dilakukannya.
      Tugas seorang suami yang baik, hanya menenangkannya jangan perhatikan ucapannya. Tersenyumlah padanya, pandang matanya dan peluklah dia, kamu akan melihat hasilnya.

3. Istri bertanya pendapatmu, artinya dia inginkan "Pujian"

      Perempuan mana yang tidak suka dipuji, apalagi oleh suaminya. Jangan pelit memberikan pujian, luangkan sedikit waktu untuk membahagiakan istrimu. Sebelum menikah denganmu, ada banyak orang memberikan pujian padanya (terutama bapaknya), tentang kecantikannya, tentang kepintarannya, tentang kerajinannya, tentang ketrampilannya. Setelah menikah, suami merasa semua itu biasa saja. 
   Pujilah busana yang dipakainya, walaupun tampak biasa di matamu. Katakan bahwa kamu merasa nyaman tidur di atas tempat tidurnya yang apik, karena ia telah membersihkannya untukmu. Pujilah masakannya dan ketrampilannya memasak, meski setiap hari menunya itu itu saja. Di lain waktu saat dia siap menerima saran, katakan apa yang sebenarnya kamu inginkan.
     Suami yang baik senang mengobral pujian buat istrinya, karena dia tahu pujian  bagaikan bahan bakar buat sang istri. Ketika istri tidak pernah dipuji, sinar matanya akan meredup dan kehidupannya perlahan mati. Fisiknya ada bersamamu tapi jiwanya melayang entah kemana. 

4. Istri bertanya masalahmu, artinya dia ingin "Dilibatkan dalam Kehidupanmu"

      Sebagian suami merasa bahwa  melibatkan istri dalam masalahnya hanya akan memperburuk wibawanya di mata istri. Kenyataannya justru umumnya para istri sangat senang apabila suami membuka diri dan melibatkan dia dalam kehidupan suaminya. 
   Umumnya istri senang diajak bicara oleh suami tentang kehidupannya dan apa yang terjadi di dalamnya. Berlama-lamalah berbincang dengan istrimu, meskipun mungkin kamu tidak begitu menyukainya, tetapi kelak akan terasa manfaatnya. Jadikan dia belahan jiwamu. Bersabarlah bila kemampuannya memahami masalahmu masih sangat terbatas. Bila kamu sering mengajaknya terlibat dalam masalahmu, lama kelamaan dia akan belajar tentang kehidupan suaminya dan berusaha untuk memahaminya.


    No comments: