Website counter

Saturday, May 30, 2015

PERNAK-PERNIK IBADAH HAJI



      Menunaikan ibadah haji merupakan impian bagi setiap muslim, namun sering kita sulit memperoleh gambaran seperti apa perjalanan yang membutuhkan waktu berhari-hari itu. Setiap tahun manasik haji digelar dan digambarkan layaknya berada di tanah suci. Sanak saudara mengiringi hari-hari rencana kepergian kita dengan doa dan harapan, bahkan tidak sedikit yang membuat acara besar-besaran, makanan, tari-tarian dan rebana, juga iring-iringan kendaraan bermotor di jalanan dengan bunyi klakson panjang dan 'knal pot’ yang menderu-deru. Semua itu merupakan ungkapan rasa senang dan bahagia, bahwa ada sahabat, keluarga atau kenalan yang sudah mendapatkan undangan istimewa dari Tuhan pemilik jagad raya ini.
     Tulisan ini mencoba memberi gambaran hiruk pikuk perjalanan ibadah haji. Pengetahuan dalam masyarakat tentang ibadah haji sangat beragam, begitu pula cara dan penyampaian para ulama tentang ibadah haji itu sendiri. Namun yang tidak bisa dipungkiri, fenomena hiruk pikuk yang mengiringi keberangkatan calon jamaah haji dan penjemputan jamaah haji yang kembali ke tanah air, hampir sama di setiap daerah. Hal ini memberikan dampak sosial dan psikologis, baik kepada calon jamaah haji secara pribadi maupun masyarakat pada umumnya.
       Pengaruh sosial timbul dari pandangan bahwa dengan melaksanakan ibadah haji telah meningkatkan status menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, dan adanya tambahan gelar ‘Haji’ atau ‘Hajjah’ didepan nama merupakan impian dan kebanggaan. Dilain pihak secara psikologis memberikan dampak ‘Euforia Religi’, yang memandang bahwa dengan melaksanakan ibadah haji, seseorang menjadi sosok pilihan atau manusia pilihan, bahkan lebih dari itu menjadi lebih sempurna ibadahnya daripada yang belum berhaji.

      Tetapi sejujurnya, bagi yang pernah menunaikan ibadah haji,  kita tentu sepakat bahwa masih sangat sedikit informasi yang ada dalam bayangan kita, ketika hari keberangkatan itu tiba. Manasik haji yang menjadi bekal utama para calon jamaah haji, telah memberi pengetahuan tentang tata cara ibadah haji, selebihnya tergantung seberapa besar minat yang bersangkutan untuk memaknai perjalanan itu. Semua calon jamaah haji tentunya tidak ingin perjalanan yang panjang ini berakhir sia-sia, namun semuanya tergantung niat. Seberapa besar ibadah kepada Allah SWT ini menjadi motivasi kita untuk pergi berhaji, mampu mengubah jiwa kita menjadi lebih baik dan memperbaiki pengetahuan kita dalam beragama. Ada banyak pengalaman yang akan kita temui dan bisa saja tanpa sengaja kita justru tergelincir karena ketidaktahuan kita.
     Tulisan dalam blog ini sebenarnya lebih banyak ditujukan untuk diri penulis pribadi dalam proses pembelajaran dalam hidup, tetapi barangkali tidak ada salahnya kita berbagi cerita. Semoga ada manfaatnya dalam upaya kita membina diri, bertakwa dan bersungguh-sungguh menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT serta memperoleh ilmu agama yang bermanfaat dan mampu diamalkan. 

Yuk, baca sambungannya pada judul berikut : IBADAH HAJI

Baca juga : Isi di Dalam Ka'bah Bukan Rahasia
                   Mengenal Al Ji'ranah...... Masjid, Sumur dan Pekuburan
                   



 







No comments: