Website counter

Thursday, August 13, 2015

MENGENAL AL JI'RANAH....... MASJID, SUMUR DAN PEKUBURAN




MASJID AL JI'RANAH
      Al Ji'ranah atau Al Ji'irranah adalah suatu daerah yang terletak antara Makkah dan Tha'if. Di daerah inilah Nabi Muhammad SAW membagikan harta rampasan perang sepulangnya dari perang Hunain. Di sana terdapat sebuah masjid yang juga bernama Masjid Ji'ranah, jaraknya dari Masjidil Haram kira-kira 22 km.
     Masjid ini dibangun ketika Rasulullah melakukan ihram untuk umroh pada malam Rabu, saat masih tersisa 12 malam dari bulan Dzulqodah (sekitar tanggal 17 atau 18) pada tahun Fathu Makkah. Masjid ini sudah mengalami renovasi beberapa kali. Menurut beberapa ulama, Ji'ranah adalah tempat miqat umroh yang paling afdhal bagi penduduk Makkah.
   Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW memeriksa letak air dan menancapkan tombaknya ke tanah, hingga air memancar dari tempat itu. Beliau meminumnya dan memberikan pada orang-orang disekitarnya. Konon air sumur ini sangat tawar. Beberapa sumber mengatakan bahwa airnya tidak  pernah kering dan diyakini bisa menyembuhkan penyakit.  Namun dari brosur yang saya dapatkan ketika mengunjungi Masjid Ji'ranah di bulan oktober 2014, saat ini sumur itu telah ditutup dan airnyapun sudah tidak dipakai, karena menurut laporan Kementrian Kesehatan setempat, airnya sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Di halaman Masjid Al Ji'ranah, Pemerintah Arab Saudi membagi-bagikan buku dan brosur-brosur dalam berbagai bahasa kepada jamaah. Buku-buku itu juga dibagi-bagikan sejak kami tiba di Bandara King Abdul Azis Jeddah, juga di Masjidil Haram dan di terminal ketika menuju Kota Madinah. Sayangnya banyak jamaah yang tidak mempedulikan buku. Mungkin buku lebih berat dibanding oleh-oleh lain untuk dibawa pulang.....

Baca juga : HIKMAH HAJI
   
   Beberapa orang melakukan perbuatan bid'ah karena meyakini kesucian dan keistimewaan tempat ini. Perbuatan-perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW diyakini dan dilakukan di Masjid Al Ji'ranah, sumur Al Ji'ranah dan pekuburan Al Ji'ranah. Keyakinan akan keistimewaan tempat-tempat itu mengakibatkan perilaku yang berlebih-lebihan, seperti sengaja mendatangi masjid berdoa secara berjamaah, menulis sesuatu di dindingnya, mencari berkah dengan mengusap dinding dan pintu-pintunya atau mengambil tanah untuk dibawa pulang. Beberapa lainnya bahkan mengambil tanah pekuburan karena menganggap bahwa pekuburan itu berisi orang-orang yang meninggal dalam perang Hunain, padahal itu tidak benar karena lokasi perang sangatlah jauh dan pekuburan itu adalah pekuburan untuk penduduk Al Ji'ranah.

No comments: