Website counter

Sunday, March 28, 2021

HUBUNGAN K3 DAN RUMAH SAKIT

 

 

Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit atau biasa disingkat K3RS merupakan sistem manajemen K3 yang diterapkan di rumah sakit. K3RS adalah bagian dari sistem manajemen rumah sakit secara keseluruhan, sehingga membicarakan K3RS harus juga memahami bagaimana sistem manajemen rumah sakit itu sendiri.

Menurut Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, rumah sakit mempunyai tugas sebagai tempat pelayanan kesehatan perorangan, yang memberikan pelayanan secara paripurna. Untuk itu rumah sakit berfungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai standar dan bermutu, memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Sumber Daya Manusia (SDM), juga menyelenggarakan penelitian dan pengembangan serta penapisan ilmu-ilmu teknologi bidang kesehatan.


Sebagai tempat kerja, rumah sakit memiliki banyak karakteristik yang cukup unik. Rumah sakit disebut padat modal, karena rumah sakit membutuhkan modal besar untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan. Modal itu digunakan sejak awal mendirikan bangunan rumah sakit, melengkapi sarana dan prasarana hingga digunakan untuk operasional penyelenggaraan pelayanan kesehatan. 

Rumah sakit juga merupakan lembaga yang padat karya. Hal ini disebabkan rumah sakit menyelenggarakan pelayanan di bidang jasa. Bidang jasa membutuhkan banyak tenaga kerja terlatih dan ahli di bidangnya. Selain dibutuhkan karya terbaik dari bidang medis pelayanan kesehatan, rumah sakit juga membutuhkan karya dari bidang non medis sebagai penunjang tugas utama dalam pelayanan kesehatan. 

Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi dalam bidang kesehatan, rumah sakit juga berkembang menjadi industri yang padat akan teknologi. Hal ini tidak terlepas dari harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang bermutu, serta tugas utama rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna. 

Di sisi lain, rumah sakit adalah tempat yang memiliki banyak sekali risiko kesehatan. Risiko kesehatan di rumah sakit bukan hanya mengancam tenaga kerja rumah sakit, tetapi juga berbahaya bagi pasien, pengunjung, bahkan masyarakat sekitar lingkungan rumah sakit.

Sebagai tempat kerja, rumah sakit merupakan tempat kerja yang berkegiatan terus menerus 1 x 24 jam. Rumah sakit tidak mengenal istilah libur, meskipun di kalender menunjukkan tanggal merah. Pelayanan rumah sakit dibuka 24 jam, 7 hari dalam seminggu.

Dalam menjalankan kegiatan pelayanan kesehatan, rumah sakit banyak melibatkan tenaga kerja. Pada umumnya rumah sakit memiliki lebih dari 100 tenaga kerja,yang terdiri dari berbagai profesi, baik bidang medis maupun nonmedis. Profesi di bidang medis itu sendiri terdiri dari berbagai jenis, demikian pula profesi non medis sebagai penunjang. Semua profesi itu akan bermitra dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu.

Kegiatan yang padat dan berlangsung terus menerus dalam rumah sakit, memberikan dampak risiko keselamatan maupun kesehatan. Penggunaan teknologi, penggunaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengelolaan sampah medis dan nonmedis, semua itu memiliki dampak risiko yang serius, baik terhadap manusia maupun lingkungan sekitar.

Demikian pula risiko yang berasal dari paparan penyakit. Rumah sakit adalah tempat berbagai penyakit, termasuk penyakit menular dan emerging disease. Risiko bahaya terhadap kesehatan baik pada petugas, pasien, pengunjung dan masyarakat sekitar menyebabkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan di rumah sakit.

Penerapan sistem manajemen K3 diberbagai lembaga atau organisasi sudah lama dikenal. Biasanya penerapan program-program K3 disesuaikan dengan risiko bahaya K3 bidang tertentu dalam organisasi tersebut. Berbeda dengan Penerapan K3 di rumah sakit yang hampir meliputi semua bidang K3, hal ini disebabkan oleh karakteristik rumah sakit sebagai suatu lembaga atau organisasi yang kompleks. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk memahami sistem manajemen rumah sakit agar penerapan program-program K3 terarah dan menjadi bagian dari sistem manajemen rumah sakit secara keseluruhan.